https://bulukumbapos.com/uppm-stikes-phb-libatkan-pakar-bahasa-indonesia-dalam-kajian-ilmiah-ini-tujuannya/

Bulukumbapos.com – Kajian ilmiah berkala panrita kembali digelar Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (UPPM) STIKes Panrita Husada Bulukumba, pada Senin (7/6/2021) bertempat di Lantai II Aula Pertemuan STIKes Panrita Husada.

Program berkala kajian ilmiah ini mengangkat tema: ‘Esensi Pengolahan Data dan Penataan Bahasa Penulisan Karya Tulis ilmiah’, dengan menampilkan nara sumber yaitu Safruddin. S.Kep.Ns.M.Kep. dan H. Arafah, S.Pd, M.Pd (Dosen Bahasa Indonesia) yang diikuti 30 peserta dari mahasiswa keperawatan.

Tujuan kegiatan meningkatkan kemampuan memahami dalam pengolahan data hasil penelitian menggunakan program SPSS dan bagaimana menata penulisan bahasa karya tulis ilmiah

Dalam sambutannya saat membuka acara, Ketua UPPM STIKes Panrita Husada Safruddin menegaskan tujuan dari kegiatan ini, untuk keperluan pengolahan data karya ilmiah
‘Kami berharap, melalui Kajian ilmiah ini Mahasiswa mampu menentukan uji statistik dengan tepat, juga agar mahasiswa mampu melakukan pengolahan menggunakan program SPSS, dan mampu menulis hasil penelitian dalam bentuk tabel yang berisi tafsiran ilmiah’,.

Safruddin menambahkan, kegiatan penataan bahasa dalam karya ilmiah secara berkala yang dilakukan pihak kampus sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan seluruh warga kampus dalam upaya menghindari kekeliruan penggunaan dan pemakain bahasa yang tidak tepat pada tugas akhir mahasiswa. Karena apapun bentuknya karya seseorang itu ibarat anak kandung yang harus dipertanggung jawabkan secara ilmiah pula.

Sementara itu, H. Arafah dalam penjelasannya menyampaikan esensi dari pemahaman bahasa yang baik bagi insan akademis : ‘Bahasa bersifat dinamis artinya berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu bahasa perlu dipelajari dan diketahui perkembangannya dalam berbagai dimensi termasuk pemakaian dalam konteks ilmia berupa karya tulis khususnya skripsi bagi mahasiswa jenjang strata satu. Karya tulis ilmiah merupakan tulisan yang membahas ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis dengan menggunakan bahasa yang tepat dan benar. Dengan demikian harus memenuhi syarat minimal dalam sebuah karya ilmiah yakni menggunakan bahasa tulis sebagai media, membahas konsep ilmu pengetahuan, disusun secara sistematis, dan dituangkan dengan menggunakan bahasa yang benar’.

‘Mahasiswa sebagai insan akademik harus memiliki ciri antara lain memiliki pengetahuan dan konsep keilmuan dalam bidang yang dibahasnya, memiliki rasa ingin tahu, memiliki sifat terbuka atas kritik dan saran terhadap karya yang telah disusunnya, memiliki sifat berani, jujur, objektif dan lainnya, semua ciri tersebut diatas akan terpenuhi apabila dibekali dengan kemampuan berbahasa yang baik dalam segala aspek kebahasaan baik penggunaan huruf kapital, pengggunaan tanda titik, koma, dan tanda baca lainnya demikian juga halnya penulisan gabungan kata dan hal kebahasaan lainnya sangat penting untuk dipahami dan digunakan secara benar dalam karya tulis ilmiah’, tutur H. Arafah.